Di pagi yang cerah diantara bermainnya fajar nan terang benderang, di atas langit nan biru, Suhestri yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan seorang anaknya yang tunggal, mereka berdua mendapatkan anak itu ketika 5 tahun pernikahan mereka berlalu, nama putri yang cantik itu adalah Retno Palupi, yang ia bekerja di sebuah Bank yng cukup ternama yaitu BNI, salah satu bank yang mmiliki aset terbesar di Indonesia. Tanpa disadari, ketika usianya masih remaja, Suhestri pernah mencintai seseorang, yang bernama Priono, namun cinta mereka tidaklah berakhir dengan pernikahan karena orang tua Suhestri tidak merestuinya.“Ma, aku pergi ke Kebun binatang ya? Guru aku suruh ke sana untuk mengamati binatang binatang yang ada disana” pintaa Suhestri dengan mamanya, “kamu pergi dengan siapa nak?” tanya mamanya “aku pergi dengan teman teman sekelasku, guru pembimbing Hes, ma” balasnya “baiklah, kamu hati hati ya sayang?” pinta mamanya dengan tenang, “baiklah ma” balas Suhestri.
“Hes, kesana yuk, disana ada objek (binatang) yang unik dan sangat bagus sekali untuk pengamatan kita kali ini,” ajak Iren, teman akrabnya Suhestri “memangnya, binatang itu apa?” tanya Suhestri “sudahlah, kamu ikut saja, hes, pokoknya asyik deh,” lalu mereka berdua pun pergi menuju kesana, ketika sudah sampai ditempat yang dimaksud, “oh tuhan, indah sekali bulu cenderawasih itu? Ini maksud kamu ren?” tanya Suhestri dengan Iren sungguh “ehm. Yaiyalah, memangnya ada yang lain lagi?” balasnya “ada, semut” mereka berdua pun tertawa, tiba tiba…… “maaf, saya tidak sengaja,” rupanya Suhestri badannya terlanggar dengan seorang pria yang berada di belakangnya, “iya, tidak apa apa, hm…. Kalau boleh tahu, nama kamu siapa?” tanya pria itu “ehm…. Hes, guanteng banget, cowok itu, kenalin saja diri kamu, hes, ayo…” pinta Iren sungguh sungguh, “apa apaan sih kamu? Ren” malu malu Suhestri membalas pinta Iren “begini ya mas, kata teman aku ini, dia mewakilkan ke aku untuk memperkenalkan dirinya” tiba tiba Iren mengambil sikap bijak sambil menunjukkan telunjuknya kearah Suhestri “nama wanita ini adalah Suhestri, sedangkan aku adalah Irena quen panggil saja aku Iren” mereka berdua pun berjabat tangan dan akhirnya Iren menagmbil tangan Si suhestri lalu menyuruh mereka berdua (suhestri dengan pria tersebut) berjabat, “aku Priono, oh iya, kamu dari mana?” tanya Priono tadi “kami dari Bandung, kamu sendiri?” tiba tiba Iren menjawab pertanyaan priono, Iren dikenal sebagai anak yang sangat bawel, namun dari kebandelannya itu, Iren pernah menjadi makcomblang teman teman sekelasnya dan dari kemakcomblangannya itu, ia membuat teman temannya itu, menjadi pasangan kekasih. “aku dari Bandung juga, kamu dimana nya?” tanya Priono “kami di kota Bandung, kamu” tanya Iren “aku juga, kamu di jalan mana?” tanya Priono “kami di komplek perumahan trisandi, kalau kamu?” balas Iren dan ia kembali bertanya “aku di komplek perumahan wisma indah, oh iya boleh tidak aku meminta nomor hp kamu? Hes? Tanya Priono “weleh weleh, yang melayani kamu dari tadi itu aku, kok hp Hestri saja yang kamu pinta? Akhirnya mereka semua pun tukaran nomor handphone. Setelah kejadian itu mereka pun sering berinteraksi lewat handphone, pada suatu ketika…… Priono mengajak Suhestri diner, di café yang cukup ternama di Bandung “Hes, izinkan aku berada disisi kamu, selamanya” ungkap Priono dengan gagah, “maksud kamu?” sedikit demi sedikit Suhestri memahami kata kata Priono “iya, kamu mahukan jadi pacar aku?” pintanya “hm….” Sepanjang penungguan jawabannya itu, Suhestri hanya memaparkan sikap salah tingkahnya itu, atau yang sudah biasa di sebut salting. Akhirnya… “baiklah, Yon” mereka pun menjadi sepasang kekasih malam itu, bagi mereka berdua malam itu adalah malam yang sangat bahagia, yang sangat langka mereka rasakan. Selama itu pun mereka menjalani hubungan itu, dan pada suatu saat “aku serius dengan kamu Hesm aku bermksud ingin menikahi kamu” pinta Priono ketika mereka lunch disuatu rumah makan. “apakah tidak terlalu cepat? Yon?” tanya Suhestri “aku merasa, sudah mapan untuk menafkahi kamu, hes, aku juga sudah memiliki pekerjaan yang tetap” ungkapnya “iya, aku tahu itu, yon, tapi kita harus ceritakan ini dengan orang tua ku dulu” pinta Suhestri “aku sanggup untuk datang kerumah kamu, untuk membicarakan masalah ini dengan orang tua kamu” ujar Priono dengan sigap “baiklah, kapan kamu mahu kerumah aku?” tanya Suhestri “secepatnya,” kata Priono “baiklah aku katakan dengan orang tu ku dulu” pinta Suhestri.
Ketika sampai dirumah, Suhestri pun langsung ngobrol dengan mamanya, tentang masalah hubungan dia dengan Priono, namun mamanya kurang setuju dengan permintaan Suhestri, karena, ketika Suhestri masih kecil, ia sudah dijodohkan dengan seseorang yang kakeknya sudah berjasa terhadap papanya.
“sayang, kita ketemuan yuk, hiks..hiks….” sambil menangis Suhestri mengungkapkan nya dengan Priono. “ada apa, sayang?” tanya Priono, langsung Suhestri mematikan Handphone nya. “yon, hubungan kita tidak direstui oleh orang tua ku, hiks….hiks…., a….a…ku sudah dijodohkan dengan seseorang yang tidak ku kenal oleh orang tuaku” ungkap Suhestri tentunya dengan isak tangisan , “sebenarnya, aku pun tak sanggup menerima ini semua, Hes, namun kalau orang tua kamu sudah tidak mengizinkan, mungkin inilah jalan hidup kita” ungkap Priono, mereka berdua pun saling merangkul satu sama lain untuk menerima cobaan ini, “walaupun kita sudah tidak ada hubungan lagi sebagai sepasang kekasih, persahabatan jangan lah terputuskan juga, ya yon?” pinta Suhestri. “baiklah, Hes” ungkap Priono
“spada?” ramai orang yang berada diluar dengan membawa bahan perbelanjaan “ma, sudah datang orang yang ditunggu tunggu, itu ada didepan” kata adik Suhestri “baiklah, kamu panggil kakak kamu dulu ya sayang?” pinta mamanya “kak……. Keluar yuk, itu pangerannya sudah menunggu didepan,” pinta adiknya “dik, hiks…..hiks…. tak disangka tak lama lagi kakak akan berumah tangga, mungkin banyak hal hal yang sebelumnya belum kakak hadapi akan kaka hadapi kelak, apakah kakak sanggup dik?” Suhestri meminta pendapat adiknya sambil menangis “hush, kakak ni, pengantin tu jangan lah bersedih kak, aku yakin, kakak bisa kok menghadapinya kelak,” akhirnya mereka berdua pun keluar, dan langsung menuju ke tempat berlangsungnya pernikahan, yang sudah ditunggu oleh Subagjo, sang mempelai laki laki. Akhirnya mereka pun sah menjadi sepasang suami istri.
Selama Suhestri menjalani sebagai seorang ibu rumah tangga, dengan suaminya Subagjo, sepanjang itu pula, tidak ada rasa cinta didalam hati Suhestri. 5 tahun kemudian ……….” Mas, aku mual mual ni, ada apa ya?” tanya Suhestri, “kamu sakit, ya sayang? Yuk kita ke doktr, aku tak mau kamu kenapa kenapa…..” selama di perjalanan hanya mual mual yang dirasakan oleh suhestri. Ketika masuk ke ruangan dokter, lalu suhestri di periksa oleh dr. Sugandi, akhirnya terbersik senyuman dari bibir dr. Sugandi “selamat ya, bapak dan ibu, kalian tidak lama lagi menjadi seorang ayah dan ibu”.ungkap dr. Sugandi “ maksud dokter!!” tanya Subagjo “iya, istri bapak sedang hamil 1 bulan” ujar dr.Sugandi “sayang, kamu hamil……!” ucap Subagjo “iya, mas, tapi……….., mas, aku kok takut ya, soalnya ini first time bagi ku, mas” ungkap Suhestri “sayang, aku akan selalu disamping kamu, kamu jangan takut lagi ya? Yang penting kamu jaga kesehatan kamu, ya sayang” pujuk suaminya “yang penting ibu harus penuhi makanan-makanan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan kesehatan bayi ibu, jangan lupa ibu juga harus memeriksa kondisi ibu dan janin ibu setiap bulan” pesan dr. Sugandi “terima kasih ya pak atas sarannya” ucap subagjo.
Retno palupii terlahir sebagai seorang gadis yang cantik dan cerdas disekolah nya, hingga lah ia menajdi seorang wanita krier yang bekerja disalah datu bank terbesar dan ternama di Indonesia, dan ia juga memiliki seorang kekasih yang bernama Priyatno , Priyatno akhirnya bicara serius dengan Retno, untuk mengakhiri masa lajang mereka, kemudian Priyatno pergi dengan retno, untuk pergi bertemu dengan keluarga Retno, ketika Suhestri dan suaminya Subagjomelihat keseriusan Priyatno, akhirnya mereka berdua pun direstui, tinggallah lagi, orang tua Priyatno, ketika janji sudah dibuat, Priyatno dan Retno pun menuju ke rumah orang tuanya Priyatno, untuk meminta restu dan izin untuk menikah, dengan orang tua Priyatno, tidak ada kata yang kasar dan sedih yang mereka dengarkan, hanyalah kata kata pujian yang mereka berdua dapatkan dari masing masing orang tua mereka.
Ketika restu sudah dipinta, izin sudah didapatkan, akhirnya dari pihak keluarga Priyatno, meminang Suhestri sekaligus mengadakan pertunangan, ketika mereka tiba dirumah Retno….. “perkenalkan saya, ayahnya retno, Subagjo” ucap Subagjo sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayahnya Priyatno “owh, saya ayahnya Priyatno”, balasnya dengan salaman yang gagah, “ini istri bapak ya?” tanya Subagjo “iya, saya Rosita Dewi istri pak Priono, ibu dari Priyatno”, ketika Suhestri keluar dan menyambut kedatangan pihak laki laki, ternyata yang dilihatnya bukanlah orang lain didalam hidupnya, melainkan seseorang yang hingga kini menjadi belahan jiwanya, Priono, namun ketika itu, mereka berdua saling menjaga sikap untuk saling tidak mengenal. Berakhirlah acara pertunangan putra putri mereka berdua. dan akhirnya mereka hidup sebagai besan, memang tidak semu cinta berakhir dengan pernikahan.



